Pengikut

uNqxTDPAMkB91mAzsfOzI1Os9mxYnxiovtueTU23

Bekal Dan Pondasi Bagi Setiap Santri Menurut KH. HASYIM ASY’ARI



kh. hasyim asyari


Peran.net - Menurut KH. HASYIM ASY’ARI Betapa pentingnya eksistensi santri untuk negeri tercinta ini, yang kerap di gadang – gadang oleh publik untuk memperkokoh kesatuan dan perdamaian negeri. Tidak aneh jika peran SANTRI mulai memperjuangkan kemerdekaan RI hingga mengisi ruang – ruang publik yang bisa mengayomi, sampai presiden Ir, Jokowidodo mengapresiasi dengan mengadakan peringatan hari santri nasional (HSN) yang di tetapkan pada tanggal 25 Oktober 2015 di masjid istiqlal Jakarta. Hal tersebut berdasarkan keputusan presiden (KEPRES) Nomor 22 tahun 2015. Penetan ini di maksud untuk meneladankan semangat jihat kepada para santri tentang keIndonesiaan yang di gelorakan para ulama terdahulu.
Di balik itu semua sikap kita sebelum mengisi ruang – ruang tersebut, perlunya berbagai persiapan yang komplek baik dhohir maupun batin, di sini sosok KH. HASYIM ASY’ARI yang sangat masyhur di kalangan pesantren memberikan bekal dan pondasi bagi setiap santri dalam pembentukan karakter untuk menjadi santri masa depan.
 

  • Senantiasa mendekatkan diri kepada Alloh (Taqorrub Ilalloh)
  • Senantiasa takut kepada Alloh (Al-khouf  ilalloh)
  • Harus mensucikan hatinya dari segala hal berunsur menipu, kotor, penuh dedam, hasut, keyakinan yang tidak baik, dan budi pekerti yang tidak baik. Hal itu di lakukan supaya santri pantas menerima ilmu, menghafalkannya, meninjau ke dalam maknanya dan memahami makna yang tersirat  
  • Harus memperbaiki niat dalam mencari ilmu dengan tujuan mencari ridho Alloh 
  • Mampu mengamalkannya, menghidupkan syari’at untuk menerangi hati, menghiasi batin dan mendekatkan diri pada Alloh 
  • Tidak memiliki ambisi duniawi,  misalnya menjadi pemimpin, jabatan, harta benda, bersaing, dan saling mengalahkan sesama teman, berharap di hormati masyarakat dan sebagainya 
  • Harus berusaha sesegera mungkin memperoleh ilmu di waktu masih belia dan memanfaatkan sisa umur 
  • Jangan sampai menunda – nunda belajar dan terlalu banyak berangan – angan, karena setiap detik akan menambah usia yang tidak mungkin di ganti ataupun di tukar 
  • Seorang santri harus memutuskan urusan – urusan yang merepotkan dan perkara yang bisa menghalangi kesempurnaan mencari ilmu 
  • Mengerahkan segenap kemampuan dan bersungguh sungguh dalam menggapai keberhasilan 
  • Harus bisa menerima apa adanya ( Qona’ah ) berupa segala sesuatu yang mudah di dapat, baik itu berupa pakaian atau makanan 
  • Sabar atas kehidupan di bawah garis kemiskinan yang di alami dalam proses mencari ilmu 
  • Sabar dalam meredakan morat – maritnya hati akibat terlalu banyak angan – angan dan keinginan agar sumber – sumber hikmah mengalir ke  dalam hati 
  • Harus bisa membagi seluruh waktu dan menggunakannya dengan baik di setiap kesempatan, sebab umur yang tersisa tidak ternilai harganya 
  • Mengurangi makan dan minum, sebab perut yang kekenyangan akan menghalangi semangat ibadah karena  badan menjadi berat 
  • Harus bersifat wara’ ( selalu tenang dan berhati – hati )
  • Harus mampu mengurangi tidur 
  • Menjaga pergaulan dengan lawan jenis
(Red;Kitab Asror)
Related Posts
Lebih baru Terlama

Related Posts

1 komentar