Pengikut

uNqxTDPAMkB91mAzsfOzI1Os9mxYnxiovtueTU23

Tata Cara Wudhu Yang Benar dan Hal-hal Yang Membatalkannya

Peran.net - Sebagai syarat sah salat, wudhu tak boleh dilakukan dengan asal, melainkan harus menggunakan cara serta doa. Simak tata cara wudhu lengkap di bawah ini !!!

Tata Cara Wudhu

Wudhu adalah cara untuk mensucikan anggota tubuh dengan menggunakan air. Wudhu hukumnya wajib bagi setiap muslim yang hendak menjalankan salat. Wudhu tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Untuk lebih jelasnya simak uraian tata cara wudhu berikut ini.

Tata Cara Wudhu Yang Benar

Berikut tata cara wudhu yang benar sesuai sunnah:

  1. Membaca Niat

Sebelum berwudhu baca niat yang menunjukkan kesungguhan untuk menjalankan perintah Allah SWT dan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.

Adapun niatnya yaitu:

“Nawaitul wudhuu-a liraf'll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta'aalaa”

Artinya:

“Saya niat wudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah”.

  1. Membasuh Telapak Tangan

Setelah membaca niat wudhu, selanjutnya membasuh kedua telapak tangan 3 kali sambil membaca Basmallah, tapi bila lupa baca Basmalah wudhu tetap sah. Basuh juga bagian sela-sela jarinya.

  1. Kumur

Kumur 3 kali untuk membersihkan mulut dan gigi dari sisa makanan yang menempel.

  1. Membasuh Lubang Hidung

Membersihkan lubang hidung dengan cara memasukan air ke dalam lubang hidung lalu menghirupnya dan keluarkan, lakukan 3 kali.

  1. Membasuh Wajah

Selanjutnya basuh wajah 3 kali, lakukan mulai  ujung  kepala pada bagian tumbuhnya rambut hingga bagian bawah dagu. Dan bersihkan dari telinga kanan ke telinga kiri.

  1. Membasuh Tangan

Basuh kedua tangan 3 kali hingga batas siku, dahulukan dari bagian tubuh sebelah kanan lalu sebelah kiri. Lakukan secara bergantian.

  1. Mengusap Kepala

Mengusap kepala  3 kali mulai dari bagian depan hingga bagian belakang kepala.

  1. Membasuh Telinga

Selanjutnya basuh kedua telinga mulai dari sebelah kanan dan bergantian dengan sebelah kiri.

Cara membasuh dan membersihkannya adalah dengan memasukan jari telunjuk pada telinga, selanjutnya usapkan ibu jari pada daun telinga.

Lakukan 3 kali dengan bersamaan antara kedua telinga kanan dan kiri.

  1. Membasuh Kaki

Selanjutnya membasuh kaki hingga batas mata kaki, lakukan 3 kali secara bergantian  mulai dari kaki kanan lalu baru kaki kiri.

Dahulukanlah kaki kanan hingga 3 kali lalu kaki kiri 3 kali. Dan saat membasuh kaki, Rasulullah SAW menggosok jari kelingkingnya di sela-sela jari kaki” (HR. Bukhari, Fathul Bari, dan Muslim).

Saat menggosok kaki Rasulullah memerintahkan umatnya agar berhati-hati, karena jika tidak sempurna saat membasuhnya, maka akan terkena ancaman api neraka.

Serta  pastikan juga bagian  kulit yang terlipat harus terkena air wudhu.

  1. Baca Doa Setelah Wudhu

Setelah selesai menjalankan tata cara wudhu menurut syariat islam, maka  disunahkan membaca doa setelah wudhu. Sebaiknya bacalah doa wudhu sambil mengangkat kedua tangan dan menghadap ke arah kiblat.

Sebelum berwudhu baca niat yang menunjukkan kesungguhan untuk menjalankan perintah Allah SWT dan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.

Adapun niatnya yaitu:

Artinya:

Setelah membaca niat wudhu, selanjutnya membasuh kedua telapak tangan 3 kali sambil membaca Basmallah, tapi bila lupa baca Basmalah wudhu tetap sah. Basuh juga bagian sela-sela jarinya.

Kumur 3 kali untuk membersihkan mulut dan gigi dari sisa makanan yang menempel.

Membersihkan lubang hidung dengan cara memasukan air ke dalam lubang hidung lalu menghirupnya dan keluarkan, lakukan 3 kali.

Selanjutnya basuh wajah 3 kali, lakukan mulai  ujung  kepala pada bagian tumbuhnya rambut hingga bagian bawah dagu. Dan bersihkan dari telinga kanan ke telinga kiri.

Basuh kedua tangan 3 kali hingga batas siku, dahulukan dari bagian tubuh sebelah kanan lalu sebelah kiri. Lakukan secara bergantian.

Mengusap kepala  3 kali mulai dari bagian depan hingga bagian belakang kepala.

Selanjutnya basuh kedua telinga mulai dari sebelah kanan dan bergantian dengan sebelah kiri.

Cara membasuh dan membersihkannya adalah dengan memasukan jari telunjuk pada telinga, selanjutnya usapkan ibu jari pada daun telinga.

Lakukan 3 kali dengan bersamaan antara kedua telinga kanan dan kiri.

Selanjutnya membasuh kaki hingga batas mata kaki, lakukan 3 kali secara bergantian  mulai dari kaki kanan lalu baru kaki kiri.

Dahulukanlah kaki kanan hingga 3 kali lalu kaki kiri 3 kali. Dan saat membasuh kaki, Rasulullah SAW menggosok jari kelingkingnya di sela-sela jari kaki” (HR. Bukhari, Fathul Bari, dan Muslim).

Saat menggosok kaki Rasulullah memerintahkan umatnya agar berhati-hati, karena jika tidak sempurna saat membasuhnya, maka akan terkena ancaman api neraka.

Serta  pastikan juga bagian  kulit yang terlipat harus terkena air wudhu.

Setelah selesai menjalankan tata cara wudhu menurut syariat islam, maka  disunahkan membaca doa setelah wudhu. Sebaiknya bacalah doa wudhu sambil mengangkat kedua tangan dan menghadap ke arah kiblat.

Baca Juga : Menariknya Sholat Jum'at

Adapun doanya, yaitu:

"Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa Rasuuluhu. Allahumma j'alnii minat tawwabiina, waj'alnii minal mutathahiriina waj'alnii min 'ibaadikash shalihiina."

Artinya :

"Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bersuci dan jadikanlah aku bagian dari hamba-hamba-Mu yang sholeh."

Syarat Sah Wudhu

Setelah Anda tahu bagaimana tata cara wudhu beserta doanya, Anda juga perlu ketahui beberapa hal yang jadi syarat sah wudhu, yaitu:

       Islam

       Aqil baliq

       Dalam keadaan suci, artinya tidak sedang haid atau nifas

     Tidak ada sesuatu benda yang dapat menghalangi air sampai dalam kulit, seperti makeup, tato, pewarna rambut dan pewarna kuku.

       Mengerti perbedaan antara wajib dan sunnah.

       Menggunakan air yang suci atau bersih

Waktu Yang Diperintahkan Untuk Wudhu

Selain sebagai syarat sah shalat, wudhu juga dianjurkan pada saat hendak melakukan ibadah atau aktivitas  lainnya, seperti:

Tata Cara Wudhu

Saat hendak membaca Al Quran dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Walaupun hal ini tergolong sunah tapi lebih utama membaca Al Quran harus dalam keadaan bersih dan suci dari hadas kecil.

Dan wudhu adalah salah satu cara untuk membersihkan dari hadas kecil tersebut.

Ketika hendak tidur dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu.

Mengapa demikian?

Karena dengan  berwudhu seseorang dalam keadaan suci dan akan selalu dalam lindungan Allah SWT.

Wudhu juga dianjurkan sebelum melakukan  aktivitas belajar. Hal ini tidak lain agar belajar dalam keadaan suci dan dapat dengan mudah menangkap pelajaran atau materi yang akan dipelajari.

Seseorang yang hendak mandi besar atau mandi janabah juga di anjurka untuk wudhu terlebih dahulu.

Saat seseorang hendak melakukan adzan atau iqamah maka dianjurkan atau disunahkan wudhu terlebih dahulu.

Seorang muslim yang hendak berzikir, disunahkan wudhu terlebih dahulu. Hal ini agar doa yang dipanjatkan di terima Allah SWT, maka harus dalam keadaan suci terlebih lagi bila zikir dilakukan dalam masjid atau musholah.

Bila seorang muslim hendak ziarah ke makam Rasulullah Muhammmad SAW, maka disunahkan agar berwudhu dahulu.

Hal tersebut sebagai penghormatan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Hal-hal Yang Membatalkan Wudhu

Setelah berwudhu, ada juga hal-hal yang bisa membatalkannya yang mengharuskan kita untuk mengulangi wudhu, yaitu:

Semua yang keluar dari kemaluan seperti air mani, air kencing, wadi, buang air besar, kentut, madzi, maka akan membatalkan wudhu.’

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW, "Allah tidak akan menerima sholat salah seorang dari kamu jika dia berhadats sehingga dia berwudhu." (HR. Abu Hurairah)

Keluar darah atau nanah ataupun campuran dari keduanya dari anggota tubuh, namun jika hanya 1 atau 2 tetes saja yang keluar maka tidak wajib wudhu.

Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah yang berbunyi : “Wudhu hendaklah dilakukan bagi setiap darah yang mengalir."

Menyentuh atau memegang kemaluan baik kemaluan sendiri ataupun orang lain, maka wajib wudhu lagi.

Berdasarkan hadist Rasulullah SAW, yaitu: “Siapa yang membawa tangannya ke kemaluannya, tanpa ada yang membatasi, maka wajib berwudhu." (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

Muntah dapat membatalkan wudhu, namun ada 2 pendapat madzab yang berbeda. Dimana Madzab Hambali & Hanafi mengatakan wudhu batal bila yang dikeluarkan sebanyak satu mulut penuh.

Sedangkan Mazhab Maliki & Syafi'i mengatakan bahwa muntah tidak membatalkan wudhu. Hal ini berdasarkan contoh Rasulullah yang pernah muntah dan tidak wudhu kembali.

Shalat hingga terbahak-bahak saat menjalankan sholat maka akan membatalkan wudhu. hal itu tidak sesuai dengan kondisi sedang bermunajat pada Allah SWT.

Hilang kesadaran seperti pingsan, gila, hilang akal, mabuk, bahkan tidur juga maka akan membatalkan wudhu.

Berdasarkan hadist: “Mata adalah pengawal dubur. Oleh karena itu, barangsiapa tidur, maka ia wajib berwudhu." (HR. Abu Dawud)

Menurut Imam  Maliki, barang siapa yang ia merasa yakin bahwa dirinya suci namun kemudian dia ragu tentang terjadinya hadats, maka ia wajib wudhu. Hal ini juga berlaku saat ia  yakin memiliki hadas lalu ragu masih suci.

Baca Juga : Keberuntungan Hari Sabtu

Demikianlah uraian lengkap mengenai tata cara wudhu beserta niat, serta syarat sah wudhu juga hal-hal yang membatalkannya. Semoga artikel ini bermanfaat.

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar