Pengikut

uNqxTDPAMkB91mAzsfOzI1Os9mxYnxiovtueTU23

Keberuntungan Hari Sabtu

Hari Sabtu terdapat beberapa perbedaan pendapat dalam pentafsiran awalnya hari dalam satu Minggu. Sebagaian berpendapat, awalnya hari dalam satu minggu atau pekan adalah Ahad, dan sebagaian lagi berpendapat awalnya adalah Sabtu. Dan pendapat kedua yang di dukung oleh mayoritas ulama’. 

Hari Sabtu

Kata Sabtu diambil dari kata Ibrani, sabat (שבת "shabat") yang berarti "berhenti bekerja", namun melalui serapan dari bahasa arab as-sabt. Kata ini memiliki akar sama dengan kata sab'at atau sab'ah yang berarti 7 (tujuh), menunjukkan urutan harinya dalam sepekan. (Huruf t dan h di akhiran dalam bahasa Arab sering dapat dipertukarkan) 

Sedang kata Monday adalah hari-hari dalam bahasa inggris dari kata Sabtu, yang merupakan weekends yang ditunggu-tunggu oleh para pekerja selain di hari Minggu.

Sabtu merupakan awalnya hari dalam satu Minggu menurut pendapat yang kuat. Dalam sejarahnya, Sabtu merupakan hari besar dan hari yang utama bagi golongan Yahudi (ummatnya Nabi Musa AS.), sebagaimana umat Islam atau umatnya Nabi Muhammad SAW. menjadikan hari Jum’ah sebagai sayyidul ayyam (hari paling utama dalam satu minggu).

Sesungguhnya Alloh SWT. Memuliakan Nabi Musa AS. Pada hari Sabtu, dan memerintahkan golongan umat yahudi untuk menjadikan hari Sabtu sebagai hari khusus untuk ibadah kepada Alloh SWT. Pada hari Sabtu kaum Yahudi dilarang untuk melakukan aktifitas selain ibadah. Begitu juga kalangan umat kristen sebagaian mengadakan kebaktiannya (Baptis) pada hari Sabtu, karena meyakini Taurat masih berlaku penuh dalam kehidupan orang Kristen. Dan mayoritas kaum Yahudi dan kaum Kristen menganggap hari Sabtu merupakan hari keberuntungan.

Keberuntunngan hari sabtu kerap dianggap dan dipercayai karena hari khusus untuk ibadah, 

Hari Sabtu menurut islam, mempunyai beberapa fadilah (keutamaan) tersendiri untuk dilaksanakan. Diantaranya :

A. Fadilah Hari Sabtu

1. Sholat Sunnah

Pada malam atau hari Sabtu disunnahkan melakukan Sholat sunnah, sedang tata cara dan jumlah rokaatnya adalah sebagai berikut.

Pada malam Sabtu disunnahkan melakukan sholat sunnah 12 rokaat, hal ini berdasarkan hadist :

“Barang siapa melakukan sholat sunnah 12 rokaat pada malam Sabtu di antara waktu Magrib dan Isya’, maka akan dibuatkan rumah disurga untuknya, dan seakan memberikan sedekah pada setiap mukmin laki-laki dan mukmin perempuan dan terbebas dari (kelompok) Yahudi, tetap bagi Alloh untuk mengampuninya”.

Dan pada hari Sabtu di sunnahkan melakukan sholat sunnah empat rokaat, setiap rokaat setelah membaca surat Al-Fatihah kemudian membaca surat Al-Ikhlas tiga kali dan setelah salam kemudian membaca Ayat Kursi.

Barang siapa menjalankan sholat diatas, maka akan mendapatkan fadillah (keutamaan) :

  • Pahalanya ibadah haji dan umrah,
  • Pahala ibadah satu tahun, siangnya berpuasa dan malamnya qiyamul lail,
  • Pahalnya orang mati syahid
  • Dan mendapatkan perlindungan dari Alloh SWT. beserta para Nabi dan Syuhada’.

2. Puasa Sunnah

Pada hari Sabtu sunnah untuk menjalankan puasa, apabila dirangkai dengan puasa dengan hari sebelumnya (Jum’at). Sedangkan puasa hari sabtu saja tanpa dirangkai dengan hari sebelumnya hukumnya Khilaf. Sebagaian ulama’ mengatakan tidak boleh/tidak sunnah dan sebagai mengatakan boleh atau sunnah. Imam An Nasa’i meriwayatkan Hadist dari Rosululloh Saw:

“Sesungguhnya Rosululloh SAW lebih banyak berpuasa pada hari Sabtu dan Ahad dari pada hari lainnya, dan Rosul bersabda : Sesungguhnya keduanya (Sabtu dan Ahad) hari rayanya kaum musyrikin, dan aku hendak membuat perbedaan dengan mereka”.

3. Berziarah

Bagi kaum laki-laki dianjurkan (sunnah) melakukan ziarah kemakam kaum muslimin, baik makamnya orang tua, kerabat, atau makamnya Ulama’ dan para Auliya’. Lebih khusus pada hari Sabtu pagi sebelum terbitnya matahari, hukumnya sunnah muakkad

Baca ziarah ke makam pada bab Hari Jum’at  

4. Dzikir

Setiap hari sabtu di sunnahkan membaca dzikir berikut ini sertus kali.

Syekh Syahrowardi meriwayatkan pada hari Sabtu juga disunnahkan membaca dzikir berikut 1000 kali.

Baca Juga : Manfaat Tersenyum Membuat Anggota Badan Sehat

B. Kisah - Kisah Di Hari Sabtu

Sabtu merupakan hari yang penuh dengan peristiwa, baik pada zaman Rosululloh Saw atau pada zaman sebelumnya. Imam Anas Bin Malik meriwayatkan dari Rosululloh Saw :

“ Rosululloh SAW ditanya tentang hari yang (berjumlah) tujuh, kemudian beliau Rosulloh SAW bersabda, hari Sabtu adalah hari (tempatnya) tipu daya dan muslihat para sahabat bertanya, kenapa begitu yaa Rosululloh ...?, beliau bersabda, orang – orang Quraisy telah melakukan tipu daya di Daarun Nadwah”. 

Hari Sabtu

Dalam kitab Sab’iyaat Fi Mawa’idzil Bariyyat disebutkan, banyak golongan atau umat yang melakukan makar atau yang memperdayai terhadap perintah Alloh SWT, larangan Alloh SWT atau utusan Alloh SWT. di antaranya adalah : 

1. Makar Terhadap Nabi Nuh AS.

Nabi Nuh As Di angkat menjadi Rosul ketika berusia empat puluh tahun. Usia Nabi Nuh As mencapai sembilan ratus lima puluh tahun. Nabi Nuh As merupakan Orang pertama yang diperintahkan oleh Alloh SWT untuk memberantas kemusyrikan, karena umat nabi Nuh As merupakan golongan pertama yang menyekutukan Alloh SWT.

Dengan berbagai cara nabi Nuh As mengajak kaumnya untuk bertaubat, kembali menyembah Alloh SWT dan meninggalkan kemusyrikan. Namun mereka tidak mengindahkan ajakan nabi Nuh As dalam surat Nuh ayat 7 di sebutkan :

“Dan sesungguhnya setiap kali aku menyusuh mereka (kepada iman) agar engkau memngampuni mereka, mereka memasukkan anak dari mereka kedalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap(mengingkarinya) dan menyombongkan diri sangat”.

Ketika umat Nabi Nuh As tidak mau taubatdan menyembah Alloh SWT, akhirnya Alloh memberikan peringatan. Selama 40 tahun tidak turun hujan, sungai dan mata air mengering, kebun-kebun rusak, binatang tak beranak dan kaum wanita tidak ada yang melahirkan. Setelah itu, nabi Nuh As kembali berseru kepada mereka agar bertaubat dan kembali kejalan Alloh SWT, agar mereka diberi pertolongan oleh Alloh SWT, agar hujan kembali turun, sungai dan mata air kembali mengalirkan ai, binatang ternak beranak pinak, dan para wanita bisa melahirkan permata hati kembali. Namun apa kata mereka.

“Dan mereka berkata : Janganlah kau tinggalkan Tuhan - Tuhan kamu dan kamu jangan pula kamu tinggalkan Wadd, Suwaa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr(Nama-nama berhala)”. (Q.S. Nuh:23) 

Kurang lebih sekitar sembilan ratus tahun nabi Nuh menyerukan kebenaran dan ajaran tauhid kepada Alloh SWT, namun tidak lebih dari delapan puluh orang yang iman kepada nabi Nuh As, 40 laki-laki dan 40 wanita. Umat nabi Nuh justru mengejek, menghina dan akan membunuh nabi Nuh As jika tidak menghentikan dakwanya. Akhirnya nabi Nuh berdo’a dan menyerahkan semuanya pada kehendak Alloh SWT yang maha menghendaki.

Nuh berkata : “Yaa Tuhanku, janganlah engkau biarkan seorangpun diantara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguh nya jika engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hambamu, dan mereka tidak akan melahirkan, selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir”. (Q.S. Nuh:26&27).

“Yaa Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, orang-orang mukmin yang masuk rumahku dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan”. (Q.S. Nuh:28).

Akhirnya Nabi Nuh As, diperintahkan untuk membuat perahu di daerah yang jauh dari laut. Menurut riwayat ibnu abbas, Nabi Nuh As membuat perahu selama dua tahun, panjangnya 300 dziro’ – lebarnya 50 dziro’ – tingginya 30 dziro’, berdiri dari tiga tingkat : yang paling bawah untuk binatang buas, binatang melata dan binatang berbisa : yang tengah untuk binatang piaraan dan tunggangan : yang paling atas untuk manusia. Dakam sebagian kitab dijelaskan, Nabi Nuh As dan semua penumpang kapal masuk pada tanggal 10 bulan rajab, dan turun dari kapal pada tanggal 10 muharrom atau hari ‘Asyura’. 

Nabi Nuh As mempunyai 4 anak laki-laki, yaitu kan’an (ikut tenggelam bersama ibunya, Waa’ilah), Saam (Pendiri dinasti Arab), Haam (Pendiri dinasti Sudan) dan yafits (Pendiri dinasti Turki). 

2. Makar Terhadap Nabi Sholeh AS.

Nabi Sholeh As berasal dari qobilah Tsamud, dan diutus Alloh SWT untuk menyampaikan ajaran tauhid kepada qobilahnya, yaitu kaum Tsamud. Setelah Nabi Sholeh As menyerukan ke kaum Tsamud untuk meyembah Alloh SWT, diantara meraka terjadi perpecahan. Sebagaian kecil beriman dan mengikuti seruan Nabi Sholeh dan sebagian besar menolak alias tetap dalam kemusyrikannya. Bahkan ketika Nabi Sholeh As mengancam untuk mendatangkan adzab Alloh SWT, mereka malah menantang Nabi Sholeh As untuk mendatangkannya. 

Mereka yang berencana makar, yaitu membunuh Nabi Sholeh As beserta keluarganya dengan tidak terang-terangan, namun justru mereka dan seluruh kaum Tsamud yang tidak beriman akan dihancurkan oleh Alloh SWT tanpa merak sadari. Ketika bentakan malaikat Jibril meluluh lantahkan kota Hijr, Nabi Sholeh As beserta orang-orang yang beriman sudah keluar dari kota itu menuju daerah lain. Namun sesampai di daerah tersebut Nabi Sholeh As dipanggil oleh yang Maha Kuasa, sehingga daerah tersebut dinamakan Hadlromaut atau Hadloro Maut. Nabi Sholeh As meninggal dunia dalam usia dua ratus delapan puluh tahun. 

Dalam sebagian kitab diterangkan, azdabnya orang-orang yang menentang dan memusuhi Nabi Sholeh As adalah pada hari pertama wajah-wajah mereka berubah menjadi merah, hari kedua berubah menjadi kuning, hari ketiga berubah menjadi hitam dan hari terakhir, yaitu bertepatan hari Sabtu setelah waktu sholat Ashar mereka dihancurkan dengan bentakan dari malaikat Jibril. 

3. Makar Terhadap Nabi Yusuf AS. 

Nabi Yusuf adalah putra Nabi Ya’qub As bin Ishaq bin Ibrohim AS. Nabi Ya’qub mempunyai dua belas orang putra, dua yang paling muda dan bersaudara kandung adalah Yusuf dan Bunyamin. Keduanya (Yusuf  dan Bunyamin) lebih dicintai oleh Nabi Ya’qub As dibandingan sepuluh putranya yang lain. Hal ini disebabkan Nabi Yusuf As lebih berbakti dan patuh terhadap Nabi Ya’qub As, terlebih lagi Nabi Ya’qub As mengetahui pada diri Nabi Yusuf As terlihat tanda-tanda kepandaian dan kemulyaan.

Pada usia dua belas tahun, saat tidur siang Nabi Yusuf As bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan rembulan bersujud kepadanya. Kemudian Nabi Yusuf As memberitahu kejadian tersebut kepada ayahnya, dan Nabi Ya’qub As bersabda seperti yang tersebut dalam Al Qur’an, Surat Yusuf ayat 5.

Ayahnya berkata : “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara saudaramu, nanti mereka memperdayakanmu dengan segala tipu daya. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi manusia”.

Pada akhirnya, sepuluh orang saudara Nabi Yusuf As melakukan tipu daya terhadap Nabi Yusuf As, dianiaya dan dimasukkan kedalam sumur di tengah hutan. Selanjutnya bisa pembaca telaah dalam Al Quran surat Yusuf. Wallohu A’lam.

4. Makar Terhadap Nabi Musa AS. 

Nabi Musa As menjadi Rosul Alloh untuk kaum Yahudi atau Bani Israil pad masa dinasti Fir’aun. Dengan didampingi Nabi Harun As, nabi Musa berangkat ke Negara Mesir untuk membebaskan kaum bani israil dari cengkraman raja Fira’un. 

Pada saat itu ada dua qobilah yang ada dikota Mesir, kaum Qibthy dan kaum bani Israel. Raj Fir’aun ada pertalian darah dengan kaum Qibthy, sedangkan nabi Musa As mempunyai ikatan dengan bani israil. Dan bani israil pada waktu itu dibawah perbudakan Fir’aun. Mereka diperkejakan untuk mendirikan bangunan-bangunan besar dan kota-kota dengan kerja paksa. 

Dijelaskan dalam surat Thoha ayat 47. 

“Maka datanglah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dan katakanlah : “Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhan kamu, maka lepaskanlah bani Israel bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti(atas kerosulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk”

Walaupun sudah diperlihatkan tanda-tanda kebesaran Alloh SWT, namun raja Fir’aun tidak menerima dan tetap mendustakannya. Dan akhirnya raja Fir’aun datang ke tukang sihirnya menantang nabi Musa As untuk mengadu kekuatan (Sihir) pada waktu, hari dan tempat yang di tentukan. 

Ayat ke 59 dan 60 menyebutkan, Berkata Musa : “Waktu untuk pertemuan (kami dengan) kamu itu ialah di hari raya dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari naik sepenggalah”. Maka Fir’aun meninggalkan (tempat itu), lalu mengatur tipu dayanya, kemudian dia datang.

Setelah Fir’aun mengatur tipu daya untuk mengalahkan Nabi Musa AS dan waktu untuk pertemuan sudah tiba, yaitu hari raya, maka Fir’aun beserta para pengikutnya datang ke tempat yang telah di tentukan, Menurut Tafsir An Nawawi, hari itu bertepatan dengan hari Sabtu tanggal 10 muharrom atau hari’Asyuro’.

5. Makar Terhadap Nabi Isa AS. 

Orang-orang Yahudi melakukan makar (berkeinginan membunuh) terhadap Nabi Isa As terjadi pada hari Sabtu, namun Alloh khoirul maakirin, sebaiknya dzat yang membalas tipu daya. Alloh memerintahkan malaikat Jibril untuk membawa Nabi Isa AS ke langit, dan menjadikan salah satu dari orang-orang itu menyerupai Nabi Isa AS, hingga orang tersebut akhirnya dibunuh, disalib dan pada zaman sekarang dianggap sebagai juru selamat oleh kaum kristen. 

Dalam surat Al Imron ayat 55 & 56 Alloh SWT berfirman, “Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Alloh SWT membalas tipu daya mereka itu. Dan Alloh sebaik-baik pembalas tipu daya. (Ingatlah), ketika Alloh berfirman : “Hai Isa, Sesungguhnya aku akan menyampaikan kamu ke akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu diatas orang-orang kafirhingga hari kiamat”

6. Makar Terhadap Rosululloh SAW.

Kaum musyrikin Makkah yang di pimpin oleh Abu Jahal berencana melakukan makar terhadap Rosululloh SAW juga pada hari sabtu. Suatu ketika, Abu Jahal bersama lima tokoh dari qobilah Quraisy dan satu orang jin yang menyerupai lelaki tua mengadakan pertemuan di Daarun Nadwah. Akhirnya mereka sepakat untuk mengehentikan kegiatan dakwah Rosululloh SAW dengan cara membunuhnya atau menikam dari belakang.

Namun Alloh SWT Maha Mengetahui, Alloh SWT memerintahkan Malikat Jibril datang membawa wahyu dan menyampaikan perintah hijrah ke Madinah. Dan akhirnya rencana makar kaum Musyrikin tersebut gagal, karena hanya Alloh SWT yang khoirul maakirin (sebaik-baiknya dzat yang membalas tipu daya). Dalam surat Al Anfal 30, Alloh SWT berfirman, “Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menagkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Alloh SWT menggagalkan tipu daya itu. Dan Alloh SWT sebaik-baiknya pembalas tipu daya". 

7. Makar Terhadap Larangan Alloh.

Hari sabtu merupakan hari khusus untuk beribadah kepada Alloh SWT bagi Bani Israel (Yahudi), pada hari itu tidak boleh ada aktivitas lain. Akan tetapi Bani Israel melakukan makar terhadap larangan Alloh SWT, mereka tidak mengindahkan larangan Alloh SWT dengan tetap melakukan melaut untuk mencari ikan hingga akhirnya mereka diadzab Alloh SWT dan berubah menjadi kera. Dalam surat Al A’rof 163 Alloh SWT berfirman : 

“ Dan tanyakanlah kepada Bani Israel tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika meraka melanggar aturan pada hari sabtu, di waktu datang kepada meraka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah kami mencoba disebabkan mereka berlaku fasik”.

Baca Juga : Belajar Untuk Mengikhlaskan Rasa Sakit

Demikian filosofi hari sabtu yang harus kalian ketahui, sesuai makna hari sabtu.

Berikan ucapan hari sabtu, kata-kata hari sabtu, dan yang penting dzikir hari sabtu.

Selamat menikmati hari sabtu.


Related Posts

Related Posts

1 komentar